Thursday - March 10, 2016 2:57 pm

Taman Safari Indonesia Cisarua - Bogor kembali mendapatkan keluarga baru dengan kelahiran 2 ekor bayi jerapah (Giraffa camelopardalis).

 

Kelahiran bayi jerapah ini terjadi pada Kamis 10 Maret 2016 sekira pkl. 11.34 WIB siang hari. 1 hari setelah moment Gerhana Matahari. Seekor bayi jerapah berkelamin jantan lahir dari induk betina bernama Violet dan pejantannya bernama Kalou.

 

Selang beberapa jam kemudian, lahir kembali bayi jerapah berkelamin betina di kandang yang berbeda dari induk bernama Waisa, sedangkan induk pejantannya bernama Jengo.

Kedua bayi jerapah ini untuk sementara waktu masih dalam proses karantina, di bawah pengawasan dokter hewan Dita , dan keeper bernama Bahrun ( 40 tahun ) agar terpantau dengan baik.

 

Keduanya mempunyai berat sekitar 70 kg, dalam kondisi sehat. Induk jerapah melahirkan bayinya setelah masa kebuntingan 404 hari.

 

Menurut Drs. Jansen Manansang, MSc, Direktur Taman Safari Indonesia:" Proses kelahiran ini memakan waktu hingga 2 jam". "Dan berjalan normal, serta merupakan mega populasi", imbuh Jansen lagi.
 

Dengan kelahiran jerapah ini, diharapkan membuka mata bagi masyarakat agar dapat lebih mencinta satwa, terutama satwa endemik Indonesia,.

 

Mengenai Jerapah:

Merupakan satwa darat tertinggi di dunia, dengan tinggi pejantannya mencapai 6 m. Sedangkan betinanya lebih rendah. Jerapah merupakn satwa unik yang memiliki jantung terbesar, leher tertinggi, kaki depan terpanjang, ekor bagian hitam terpanjang bila dibandingkan dengan satwa satwa lainnya. Jerapah juga memiliki 4 buah lambung.

 

Pakan jerapah di habitatnya merupakan ranting kering dan pucuk pucuk daun.